Polres Bengkayang Bekuk Bos Pekerja Migran Indonesia Ilegal

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:18 WIB
Polres Bengkayang amankan SA (35) yang hendak mengirimkan tenaga kerja Indonesia ilegal ke Malaysia (Foto: Istimewa)
Polres Bengkayang amankan SA (35) yang hendak mengirimkan tenaga kerja Indonesia ilegal ke Malaysia (Foto: Istimewa)

KORANSAKU - Kepolisian Polres Bengkayang Polda Kalbar berhasil menggagalkan upaya pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Wilayah Perbatasan, Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu, 3 Agustus 2022.

Dalam pengungkapan kasus tindak pidana Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) di wilayah perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang tersebut petugas berhasil mengamankan SA (35) dan 15 calon PMI.

Pengungkapan pekerja migran Indonesia ilegal tersebut berhasil dilakukan secara Kolaborasi antara Sat Reskrim Polres Bengkayang dan unit Reskrim Polsek Jagoi Babang dan Unit Reskrim Polres Seluas, pada 28 Juli lalu.

Baca Juga: Resep Membuat Cumi Judes Super Enak Dengan Cumi Jenis Ini

Kapolres Bengkayang, AKBP Dr. Bayu Suseno, menyampaikan, penindakan tersebut wujud Polres Bengkayang menindak tegas tindak Pidana Pekerja Migran Indonesia (PPMI) di wilayah hukum Polres Bengkayang guna mencegah pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara ilegal keluar Negeri.

"Pelaku yang mengatur kedatangan calon pekerja ini beralamat di Jagoi Babang. Dan ia minta bayar Rp. 2.750.00 untuk keberangkatan dari Bandara Supadio Pontianak sampai ke Malaysia. Dan calon pekerja migran ini rata-rata dari luar Kalbar," ujar Bayu.

Ia menyampaikan, korban pelaku yang berinisial SA (35) ini ada sebanyak 15 orang, dan mereka berasal dari Jawa Timur dan Kota Pontianak.

Baca Juga: Ratusan Sopir Geruduk Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat Provinsi Kalbar

"Sekarang Pelaku sudah diamankan di Polres Bengkayang beserta dengan Barang Bukti. Dan pasal yang disangkakan terhadap pelaku yakni pasal 81 UU RI nomor 18 tahun 2017 tentang pelindungan pekerja migran Indonesia, dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak banyak Rp. 15 Milyar," ucapnya.

Halaman:

Editor: Ngadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Kalbar Bakar Barang Bukti Sabu 3 Kg

Sabtu, 5 November 2022 | 06:38 WIB

Polres Sintang Tangkap Tiga Pelaku Pengedar Narkoba

Jumat, 7 Oktober 2022 | 13:38 WIB

Polda Kalbar Janji Tindak Kegiatan Ilegal Logging

Sabtu, 24 September 2022 | 23:42 WIB

Polres Sanggau Musnahkan 4 Kg Narkoba Asal Malaysia

Kamis, 22 September 2022 | 10:56 WIB

Polres Kubu Raya Tertibkan SPBB di Desa Kubu

Jumat, 9 September 2022 | 21:05 WIB