Petani Rasau Jaya Gugat PT Rajawali Jaya Perkasa ke PN Mempawah

- Jumat, 26 Agustus 2022 | 00:08 WIB
Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat menggelar sidang perdana dengan agenda pembacaan gugatan dengan tergugat PT Rajawali Jaya Perkasa (RJP) pada Selasa 23 Agustus 2022 (Foto: KORANSAKU .com/Ngadri)
Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat menggelar sidang perdana dengan agenda pembacaan gugatan dengan tergugat PT Rajawali Jaya Perkasa (RJP) pada Selasa 23 Agustus 2022 (Foto: KORANSAKU .com/Ngadri)

KORANSAKU - Pengadilan Negeri Mempawah, Kalimantan Barat menggelar sidang perdana dengan agenda pembacaan gugatan dengan tergugat PT Rajawali Jaya Perkasa (RJP) pada Selasa 23 Agustus 2022.Sidang perdana tersebut dipimpin Hakim Ketua Imelda, Hakim anggota Yuni dan Wienda Kresnantyo. Dan Panitera Marlin Yustitia.

Dalam sidang tersebut kuasa hukum perusahaan selaku Tergugat dalam persidangan meminta kepada Majelis Hakim agar kuasa hukum Indro selaku Penggugat membacakan isi gugatan, setelah pembacaan gugatan majelis hakim menawarkan kepada Penggugat untuk melakukan perbaikan atau perubahaan dan kemudian hakim menunda sidang pada hari selasa 06 September 2022 dengan perbaikan gugatan.

Pemilik lahan Indro mengatakan, bahwa lahan yang dijualnya kepada perusahaan sawit yang berada di desanya, akan tetapi perjuangan hingga sekarang belum membuahkan hasil, sehingga dirinya mengajukan gugataan di Pengadilan Negeri Mempawah dengan harapan hak-haknya selaku pemilik tanah yang terletak di Dusun Rasau Utama, RT 016/RW 005, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya mendapat kepastian dan keadilan.

Baca Juga: Olah Rendang Daging Sapi Resepnya Sederhana, Tapi Rasanya Lezat dan Bakal Ketagihan

"Saya mengajukan gugatan pada Pengadilan Negeri Mempawah dengan Register Perkara Nomor:  54/Pdt.G/2022/PN Mpw tanggal 16 Juni 2022, dimana salah satu tuntutannya adalah meminta agar lahan tersebut diserahkan kepada saya dan
meminta agar perusahaan membayar kerugian sebesar Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah),"ujar Indro pada Jumat, 26 Agustus 2022.

Menanggapi gugatan yang diajukan kliennya kuasa hukum Penggugat, Suparman, S.H., M.H. saat ditemui setelah persidangan menyampaikan bahwa tuntutan yang diajukan kliennya kepada perusahaan merupakan hal yang wajar karena perusahaan sudah dianggap wanprestasi dan tidak mempunyai itikad baik. "Oleh karena itu kami meminta agar lahan itu segera dikembalikan kepada klien kami, toh sertipikat kurang lebih seluas 6 ha, masih dipegang  dan atas nama klien kami, secara legalitas lahan tersebut adalah hak klien kami, jika pihak perusahaan tidak mau mengembalikan lahan tersebut semestinya pihak perusahaan membayar sisa kekurangannya dengan harga yang sekarang bukan dengan harga pada tahun 2015,"kata Suparman.

Kronologi Awal

-Pada sekitar tahun 2012, tanah seluas 16 Hektare (Ha) tersebut tiba-tiba digarap dan bahkan sebagian tanah tersebut juga sudah ditanami beberapa pohon kelapa sawit yang diduga dilakukan oleh perusahaan PT. RAJAWALI JAYA PERKASA (RJP). Karena mengetahui lahannya ditanami sawit oleh perusahaan maka pada tanggal 29 Juli 2013 Indro mengirim surat kepada perusahaan guna meminta klarifikasi mengapa perusahaan menanami pohon sawit di atas bidang tanah miliknya.

Baca Juga: Cara Mengolah Sayur Genjer agar Cepat Lembut dan Lezat

-Karena tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara musyawarah, maka kemudian Indro mewakili saudara-saudaranya membuat pengaduan atau laporan ke Polsek Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya atas dugaan Tindak Pidana Perampasan atau Penyerobotan Tanah yang dilakukan PERUSAHAAN, akan tetapi pengaduan atau laporan Sdr. INDRO tidak diterima atau ditolak, kemudian pada sekitar bulan Maret 2015, Sdr. INDRO mewakili saudara-saudaranya menempuh upaya hukum berupa membuat Pengaduan atau Laporan Perampasan Tanah SHM kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat melalui surat tertanggal 25 Maret 2015.

- Setelah Pengaduan atau Laporan tertanggal 25 Maret 2015 sebagaimana tersebut di atas, baru lah perusahaan dipanggil oleh pihak kepolisian guna dimintai keterangan dan selanjutnya Pihak PERUSAHAAN menghubungi SDR. INDRO mengajak bertemu di Kantor Desa Rasau Jaya Umum, Kec. Rasau Jaya, Kab. Kubu Raya, dan pada pertemuan tersebut terjadilah negosiasi dimana PERUSAHAAN akan membeli atau memberi ganti rugi kepada SDR. INDRO berserta saudara-saudaranya terhadap bidang tanah yang selama ini ditanami pohon sawit tersebut.

- Pada saat itu SDR. INDRO meminta harga jual tanah kepada PERUSAHAAN seharga Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) per hektare (Ha) akan tetapi Pihak PERUSAHAAN hanya menyanggupi pembayaran harga tanah tersebut sebesar Rp 17.000.000,00 (tujuh belas juta rupiah) per hektare (Ha).

Halaman:

Editor: Ngadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Kalbar Bakar Barang Bukti Sabu 3 Kg

Sabtu, 5 November 2022 | 06:38 WIB

Polres Sintang Tangkap Tiga Pelaku Pengedar Narkoba

Jumat, 7 Oktober 2022 | 13:38 WIB

Polda Kalbar Janji Tindak Kegiatan Ilegal Logging

Sabtu, 24 September 2022 | 23:42 WIB

Polres Sanggau Musnahkan 4 Kg Narkoba Asal Malaysia

Kamis, 22 September 2022 | 10:56 WIB

Polres Kubu Raya Tertibkan SPBB di Desa Kubu

Jumat, 9 September 2022 | 21:05 WIB