Dua Lempengan Roket Long March 5B yang Jatuh di Kebun Kalimantan Barat Diserahkan ke BRIN Pontianak

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:13 WIB
Dua Lempengan Roket Long March 5B yang Jatuh di Kebun Kalimantan Barat Diserahkan ke BRIN Pontianak (Foto: Egi Suriyono/koransaku.com)
Dua Lempengan Roket Long March 5B yang Jatuh di Kebun Kalimantan Barat Diserahkan ke BRIN Pontianak (Foto: Egi Suriyono/koransaku.com)

KORANSAKU - Wakapolres Sanggau Kompol Novrial Alberti Kombo, S.IK, M.A.P menyerahkan dua Lempengan yang diduga bagian atau serpihan dari Roket Long March 5B (CZ-5B) oleh kepada Koordinator Otoritas Ilmiah dan Penerbangan Antariksa Nasional (BRIN) Pontianak La ode Muhammad Musafar Kilowasid. SSi di Mapolsek Sekayam, Kamis (4/8).

Kedua Lempengan yang diduga bagian atau serpihan dari Roket Long March 5B (CZ-5B) yang ditemukan di lahan milik Sdr. Yulius Talib Dusun Pengadang Desa Pengadang dengan ukuran 1.90x5.50 cm dan di hutan milik Sdr. Jon Dusun Lomur I Desa Kenaman Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau dengan ukuran 1.24x1.90 cm.

Dalam giat penyerahan dua Lempengan tersebut di saksikan oleh Kapolsek Sekayam AKP Ruslan Abdul Ghani S.H, M.H dan Koordinator Otoritas Ilmiah dan Penerbangan Antariksa Nasional (BRIN) Pusat Jakarta an. Leo Kamilus Sugiarto.

Baca Juga: Update Kasus Polisi Tembak Polisi, Kapolri Sebut Irsus Timsus Periksa 25 Polisi

Dalam pernyataannya, Pejabat Koord Otoritas Ilmiah dan Penerbangan Antariksa Nasional (BRIN) Pontianak an. La ode Muhammad Musafar Kilowasid mengatakan Lempengan yang ditemukan di wilayah Kecamatan Sekayam kemungkinan besar adalah pecahan dari roket Long March 5B (CZ-5B) milik Cina.

“Jatuhnya lempengan pecahan roket baru kali ini terjadi di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat,” ungkapnya dikutip Jumat, 5 Agustus 2022.

Ia menambahkan, Material lempengan kemungkinan besar terbuat dari alumunium alloy atau titanium, material tersebut biasa digunakan untuk bahan roket. Lempengan akan dibawa ke Lapan Pontianak, akan berkoordinasi dengan Cina apakah lempengan tersebut akan diambil oleh perwakilan negara Cina, apabila tidak diambil penanganan selanjutnya dimusnahkan atau didaur ulang.

“Penanganan sampah antariksa pernah terjadi tahun 2016 di wilayah Sumenep Proinsi Jatim roket milik US, selanjutnya Kedubes US menghubungi pemilik roket tersbut, yaitu Space X, sempat ada proses ganti rugi karena ada kerusakan bangunan dan hewan,” ujarnya.

La Ode mengungkapkan terkait dengan peluncuran roket suatu negara seharusnya pemilik roket menerbitkan Notam yaitu memberi tahu kepada politik atau pihak penerbangan agar menjauhi wilayah tersebut, saat kita masih beruntung tanpa ada pemberitahuan tidak terjadi kecelakaan udara maupun korban jiwa.

Halaman:

Editor: Ngadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Joko Widodo Resmikan RSUD Soedarso Pontianak

Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:39 WIB