Polda Jateng Ungkap Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi Rugikan Negara Rp 11 Miliar

- Selasa, 6 September 2022 | 00:07 WIB
eptember 2022.  Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo
eptember 2022. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo

KORANSAKU - Kepolisian Polda Daerah Jawa Tengah menetapkan 66 orang sebagai tersangka dari 50 kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Senin 5 September 2022.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, dari pengungkapan ini setidaknya 11 miliar rupiah lebih potensi kerugian negara diselamatkan.

"Adapun barang bukti yang diamankan yakni solar bersubsidi sebanyak 81,9 ton, pertalite sebanyak 3,2 ton, mobil 38 unit, motor 6 unit, alat komunikasi 9 unit dan tandon kapasitas 1.000 liter sebanyak 40 buah," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa 6 September 2022.

Baca Juga: Arema FC Bawa Satu Poin Saat Bertemu Barito Putera di BRI Liga 1 2022

Adapun beberapa kasus yang menonjol yakni berada di Kudus. Polres setempat mengungkap adanya sebuah perusahaan membeli bio solar subsidi di sejumlah SPBU menggunakan beberapa mobil. Lalu solar dikumpulkan dan ditimbun untuk kemudian dijual ke industri.

Dalam kasus ini, dua tersangka diamankan salah satunya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, 12 ton solar bersubsidi juga diamankan menjadi barang bukti.

Kasus lainnya yang menarik perhatian adalah penyelewengan yang dilakukan oleh oknum ASN di Pekalongan. Oknum tersebut bolak balik mengisi penuh tangki mobilnya solar. Polisi yang mengawasi lalu mengikuti oknum tersebut dan mendapati ternyata oknum tersebut memindahkan solar ke jerigen untuk dijual lebih mahal memanfaatkan kenaikan harga.

Baca Juga: Anda Pengen Jadi Wartawan, Coba Pahami Tugas dan Kode Etik Jurnalistik

"Rata-rata motif para pelaku melakukan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi untuk mendapatkan keuntungan karena disparitas harga dan lemahnya pengawasan," katanya.

Halaman:

Editor: Ngadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini