Serius Usut Tuntas Kematian Brigadir J Polri Pecat Irjen Pol Ferdy Sambo

- Kamis, 22 September 2022 | 23:03 WIB
Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: Istimewa)
Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Foto: Istimewa)

KORANSAKU - Polri menegaskan bahwa sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo di kasus penembakan Brigadir J merupakan langkah tegas dan komitmen yang digaungkan sejak awal.

Keseriusan Polri dalam menindak tegas dan mengusut tuntas perkara ini terwujud dari ditolaknya banding PTDH Ferdy Sambo. Atau dengan kata lain, putusan PTDH Ferdy Sambo sebagai anggota Polri telah final dan mengikat.

Baca Juga: Beredar Kabar KPK Tangkap Oknum Hakim Agung

"Polri sejak awal komitmen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas siapapun yang dianggap tidak profesional maupun terlibat dalam kasus itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Tak hanya itu, Dedi menyinggung soal hasil survei Charta Politika terkait dengan keinginan publik soal dipecatnya Ferdy Sambo sebagai personel kepolisian.

Dalam survei tersebut, Charta Politika membagi menjadi dua yakni semua responden dan yang mengetahui kasus. Hasilnya, sebesar 52,6 persen semua responden sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Baca Juga: Resmikan Peluncuran Tilang Elektronik, Ini Pesan Kapolri Kepada 34 Kapolda

Sedangkan, 58,1 persen yang mengetahui kasus sangat setuju Ferdy Sambo dipecat. Dengan adanya hasil survei tersebut, disimpulkan bahwa mayoritas warga sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Menurut Dedi, kedepannya baik tim khusus dan inspektorat khusus sampai saat ini terus fokus untuk berkas perkara kasus dugaan pembunuhan berencana, sidang kode etik dan berkas kasus pidana menghalangi penyidikan atau Obstruction of Justice.

Halaman:

Editor: Ngadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Beredar Kabar KPK Tangkap Oknum Hakim Agung

Kamis, 22 September 2022 | 21:15 WIB