Tragedi Kanjuruhan Malang Satu Anggota Brimob Jadi Tersangka

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 09:57 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Istimewa)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Istimewa)

KORANSAKU - Tragedi kerusuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang telah menelan korban jiwa sebanyak 125 orang meninggal dunia dan sejumlah orang luka ringan dan di rawat di rumah sakit.

Tragedi Kanjuruhan adalah potret buram yang tidak boleh terulang lagi. Karena sportifitas harus dijunjung tinggi dalam dunia olahraga. Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang sebanyak 6 orang oleh aparat penegak hukum telah diproses dan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Tips Membuat Kue Lumpur Kentang Bakar Lezat Tapi Biayanya Murah

Kepala Kepolisian Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan ada enam tersangka tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Keenamnya yakni AHL (Dirut PT LIB), AH (ketua panitia pertandingan), SS (security officer), Wahyu SS, (Kabag Ops Polres Malang), H (Brimob Polda Jatim), dan PSA, (Kasatsamapta Polres).

"Berdasarkan gelar dan alat bukti permulaan yang cukup maka ditetapkan saat ini 6 tersangka," kata Kapolri dalam jumpa pers, Kamis 6 Oktober 2022.

Kapolri menjelaskan, ada dua proses yang dilakukan yakni proses pidana dan proses pemeriksaan etik untuk anggota Polri yang melakukan tindakan penggunaan gas air mata.

Baca Juga: Polres Ketapang Gelar Police Go To School di MTSN Ketapang

Adapun sebanyak 31 personel telah diperiksa terkait tragedi ini.

"Internal 31 personel. Ditemukan bukti yang cukup 20 orang terduga pelanggaran. Personel menembakan gas air mata di dalam stadion ada 11 personel," ujar Kapolri.

Halaman:

Editor: Ngadri

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Terkini