Tolak BBM Naik, GERAM Geruduk Kantor Gubernur Kalbar dan Pertamina

- Sabtu, 17 September 2022 | 00:32 WIB
Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Kenaikan BBM melakukan aksi penyampaian aspirasi ke Kantor Gubernur dan Pertamina Kalbar pada hari Jumat, tanggal 16 September 2022. (Foto KORANSAKU.com/Egi Suriyono)
Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Kenaikan BBM melakukan aksi penyampaian aspirasi ke Kantor Gubernur dan Pertamina Kalbar pada hari Jumat, tanggal 16 September 2022. (Foto KORANSAKU.com/Egi Suriyono)

KORANSAKU - Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Kenaikan BBM melakukan aksi penyampaian aspirasi ke Kantor Gubernur dan Pertamina Kalbar pada hari Jumat, tanggal 16 September 2022.

"Alhamdulillah penyampaian aspirasi hari ini oleh perwakilan masyarakat yang tergabung di GERAM diterima dengan baik oleh pemerintah propinsi Kalbar beserta Jajaran dan Pimpinan Pertamina Kalbar. Hadir dalam dialog tadi sore yakni Sekda Kalbar, Asisten 3, Kadis Perikanan dan Kelautan, Kadis Tanaman Pangan, Kadis Pertanian dan Holtikultura, Kadishub Kalbar, Kasat Pol PP Kalbar, perwakilan Dinas Sosial Kalbar, dan Disperindag Kalbar," ungkap Agus Setiadi, Fasilitator Aksi.

Ia menambahkan GERAM diwakili oleh POM, SPM, PSSN, PPM, KTSI, Kelompok Umkm, Kelompok Nelayan, Organisasi Pemuda, Bodygard Ulama, Forum RT Kubu Raya, Club Motor, dan lainnya mengungkapkan terima kasih kepada Pemprov Kalbar yang telah mau menampung dan menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat.

Baca Juga: Ini Kisah dan Asal Usul Nama Kota Pontianak Ibu Kota Kalimantan Barat

"Kehadiran kami hari ini bersama sejumlah elemen masyarakat untuk mendukung perjuangan adik-adik mahasiswa seIndonesia yang telah 2 minggu melakukan aksi dan menegaskan bahwa kami masyarakat memang sangat merasakan dampak kenaikan ini,"tambah Agus.

Sementara itu Ramdan, salah seorang perwakilan nelayan Kakap Kubu Raya menyampaikan bahwa dirinya dan para nelayan sangat mengeluhkan soal akses BBM bersubsidi. Dia mengatakan merupakan kelompok masyarakat yang paling terdampak akibat kenaikan BBM. Karena biaya melaut tinggi melangit karena tembus 16 ribu per liter untuk solar.

"Kenaikan harga bahan bakar ini memberatkan kami para nelayan, sementara hasil tangkapan kami mayoritas tidak naik di penampung besar atau bos" tukas warga desa sepok laut ini.

Ia berharap kepada Gubernur dan Pertamina Kalbar agar segera menindaklanjuti masalah ini. Hampir sepanjang pesisir, semua nelayan kecil pasti merasakan dan mengeluhkan hal yang sama. Hanya nelayan besar saja dan sedikit nelayan kecil yang dapat mengakses BBM bersubsidi ini, sementara sebagian dari nelayan harus pasrah mendapati BBM yang mahal selangit ini.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Bungkam Hongkong 5-1, Kiper Cahya Supriadi Dilarikan ke Rumah Sakit

Halaman:

Editor: Ngadri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banser Turut Amankan Pawai Cap Go Meh di Singkawang

Minggu, 5 Februari 2023 | 15:16 WIB

Festival Cap Go Meh Singkawang bawa berkah Ojol Grab

Minggu, 5 Februari 2023 | 12:09 WIB

PP Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan 2023

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:47 WIB

Sri Mulyani Jadi Gubernur BI? , Ini Pengakuannya

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:36 WIB

Masjid Baiturrahman Marhaban Rayakan Isra Mi'raj

Selasa, 31 Januari 2023 | 10:46 WIB

Tim Gabungan Amankan 2,67 Kg Narkoba di Entikong

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:43 WIB