Ini Sejarah Telur Bisa Berdiri

- Minggu, 4 Juli 2021 | 02:37 WIB
IMG-20210704-WA0012
IMG-20210704-WA0012

Koran Saku - Fenomena telur berdiri ini terkait dengan hari perayaan Peh Cun (Festival Bakcang) yang lalu. Entah benar atau hanya sekedar mitos, ada yang mengatakan bahwa telur ayam bisa berdiri pada siang hari saat perayaan hari besar umat Khonghucu Dwan Wu atau di Indonesia lebih dikenal dengan perayaan Peh Cun.


Sejarah Singkat, Fakta/Mitos


Masyarakat etnis Tionghoa beberapa hari lalu merayakan Peh Cun, selain makan bakcang (harus bikin juga atau beli) dan mandi jam 12 ada salah satu tradisi yang banyak peminat melakukannya yaitu mencoba mendirikan telur pada bagian ujungnya. Konon pada pukul 11.00–13.00 WIB saat tanggal jatuhnya perayaan Peh Cun, terdapat gaya tarik-menarik antara matahari dan bumi sehingga telur bisa berdiri pada bagian ujungnya.


Penghitungan waktu Perayaan Peh Cun berdasarkan kalender lunar/Imlek (kalender berdasarkan bulan), hari raya Peh Cun jatuh setiap tanggal 5 bulan 5. Artinya, 5 hari setelah bulan mati, posisi Bulan relatif terhadap Matahari dan Bumi baru bergeser sekitar 5/29,53 = 16,93o dari posisi sejajarnya. Artinya pula, pada saat ini (khususnya di siang hari), gaya gravitasi Matahari dan Bulan masih akan saling menguatkan dan ‘melemahkan’ gaya gravitasi Bumi. Akibat gaya gravitasi Matahari dan Bulan ini, telur seakan-akan ‘tertarik’ ke atas dan tidak jatuh saat diletakkan dalam posisi berdiri.


Namun, ada juga yang bilang telur bisa berdiri kapan saja karena bentuk telur lonjong, hanya perlu kesabaran untuk mendirikannya, hayoooo ada yang mau coba tidak???


Fenomena ini ternyata juga bisa dijelaskan secara ilmiah, salah satunya karena matahari mencapai titik kulminasi terdekat kurang lebih sama seperti penjelasan sebelumnya. Di sini titik kulminasi adalah ketika anda mengamati titik suatu benda langit yang dalam pergerakannya tampaknya paling tinggi. Dalam konsep populer bagi matahari, titik kulminasi atas dicapai pada pukul 12 siang.


Ada juga yang mengemukakan bahwa ritual mendirikan telur dalam perayaan festival Duan Wu Jie (Peh Cun), adalah sebagai tradisi yang bermakna agar umat menghargai perjuangan yang telah dilakukan para leluhur, dengan menjaga alam dan tunduk pada ketentuan yang maha kuasa, serta eling dan takwa kepada Tuhan.


Adapun SYARAT agar dapat mendirikan telur, adalah sebagai berikut.


1. Memakai telur mentah

Halaman:

Editor: Koran Saku

Tags

Terkini

10 Ucapan Sungkem Lebaran Idul Fitri Bahasa Jawa

Kamis, 28 April 2022 | 12:55 WIB

10 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah

Rabu, 27 April 2022 | 13:48 WIB

11 Kuburan di Pontianak Rusak, Polisi Kejar Pelaku

Senin, 28 Maret 2022 | 18:29 WIB

Paguyuban Jawa di Kubu Raya Gelar Seni Kuda Lumping

Selasa, 15 Maret 2022 | 18:57 WIB

Khasiat Bawang Putih Tunggal Dengan Madu Asli

Minggu, 28 November 2021 | 04:40 WIB

Manfaat lidah buaya untuk kecantikan

Rabu, 24 November 2021 | 10:32 WIB

Asal Usul Pencak Silat Budaya Indonesia

Rabu, 24 November 2021 | 09:38 WIB