Sejarah Berdirinya Kubu Raya dan Nama Tampuk Raja Kerajaan Kubu

- Selasa, 20 September 2022 | 23:30 WIB
Kantor Kabupaten Kubu Raya (Foto: kuburayakab.go.id)
Kantor Kabupaten Kubu Raya (Foto: kuburayakab.go.id)

KORANSAKU - Kabupaten Kubu Raya adalah wilayah pemekaran dari Kabupaten Mempawah pada Tahun 2007. Berusia 15 Tahun Kabupaten termuda ini sekarang maju cukup pesat  jumlah penduduk juga terus bertambah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Kubu Raya di Provinsi Kalimantan Barat. Dimana tujuan dari pemekaran ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemerataan pembangunan, mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat serta mengefektifkan rentang kendali penyelenggaraan pemerintahan.

Dilansir dari kuburayakab.go.id berikut ini sejarah berdirinya Kubu Raya.

Kerajaan Kubu memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Kesultanan Pontianak. Syarif Idrus Al-Idrus merupakan raja pertama di Kerajaan Kubu. Syarif Idrus Al-Idrus merupakan menantu dari tuan besar (panembahan) Mampawa atau Mempawah dan memiliki hubungan ipar dengan Kesultanan Pontianak yaitu Syarif Al-Qadrie.

Baca Juga: Olahan Cumi Saus Asam Manis Pedas Yang Mengunggah Selera, Kamu Bakal Nambah Lagi

Kehidupan keluarga Syarif Al-Idrus terbilang kaya raya dengan perdagangan yang dilakukannya semakin maju. Ia pun mendirikan perkampungan di dekat muara sungai Terentang. Jarak dari Kota Pontianak menuju kecamatan Terentang sekitar 57,4 KM. Keluarga Syarif Al-Idrus membangun relasi dengan Kerajaan Inggris Raya pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Sir Thomas Standford Raffles saat beliau ditugaskan di Hindia Belanda.

Relasi yang dibangun kedua belah pihak ini berlanjut hingga beliau Kembali ke Indonesia. Hal tersebut membuat Kerajaan Belanda merasa terusik, karena pada saat itu Kerajaan Belanda mengendalikan Pulau Kalimantan sesuai dengan kontrak PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) pada tahun 1823. Akibatnya, Keluarga Al-Idrus mengalami ketidakstabilan pada perekonomiannya.

Banyak keluarga Al-Idrus yang memilih meninggalkan Pontianak, tapi banyak pula yang bertahan dengan harapan akan melewati masa suram tersebut. Tapi sayang, kehidupan mereka diperlakukan tidak baik oleh Kerajaan Belanda. Perebutan jabatan terjadi pada tahun 1911 antara Syarif Abbas Al-Idrus dan Syarif Zainal Al-Idrus. Dalam kurun waktu delapan tahun, Kerajaan Kubu tidak memiliki pengganti yang jelas sehingga selama itu semua pejabat kerajaan hanyalah “pelaksana sementara”.

Baca Juga: 5 Resep Membuat Cemilan Renyah dan Gurih Bakwan Sayur

Halaman:

Editor: Ngadri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

10 Ucapan Sungkem Lebaran Idul Fitri Bahasa Jawa

Kamis, 28 April 2022 | 12:55 WIB

10 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah

Rabu, 27 April 2022 | 13:48 WIB

11 Kuburan di Pontianak Rusak, Polisi Kejar Pelaku

Senin, 28 Maret 2022 | 18:29 WIB

Paguyuban Jawa di Kubu Raya Gelar Seni Kuda Lumping

Selasa, 15 Maret 2022 | 18:57 WIB

Khasiat Bawang Putih Tunggal Dengan Madu Asli

Minggu, 28 November 2021 | 04:40 WIB

Manfaat lidah buaya untuk kecantikan

Rabu, 24 November 2021 | 10:32 WIB

Asal Usul Pencak Silat Budaya Indonesia

Rabu, 24 November 2021 | 09:38 WIB