Menilik Destinasi Wisata Kerajaan Kubu dan Sejarah berdirinya Desa Kubu

- Jumat, 26 Mei 2023 | 13:41 WIB
Desa Kubu (Foto: Ryan Restu Putra/koransaku.com)
Desa Kubu (Foto: Ryan Restu Putra/koransaku.com)

KORANSAKUKubu Raya salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang banyak memiliki objek wisata yangmenarik dan unik. Salah destinasi wisata tersebut adalah Kerajaan Kubu. Wisata kerajaan Kubu berada di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.

Di kecamatan ini sebagaimana tercatat dalam sejarah pernah berdiri sebuah Kerajaan Kubu, yang terbukti hingga saat ini makam seorang pendirinya, Syarif Idrus bin Abdurrahman Al-Idrus yang menjadi raja kesultanan pada waktu itu masih tetap terjaga dan terawat sebagai salah satu potensi wisata ziarah yang ada di kabupaten termuda di Kalimantan barat saat ini.

Baca Juga: Mantan Ketua Perbasi Barsel, Bereaksi Keras Atas Tudingan Pengurus yang Baru

Melansir dari website resmi Kuburayakab.goid berikut asal nama Kubu Raya, sebagai berikut:

Nama Kubu menurut catatan cerita rakyat adalah sebagai tempat kubu pertahan (Benteng) pada masa penjajahan Kolonialisme Belanda dan Jepang pada tahun 1977 oleh Sultan Syarif Al-Idrus, selaku Raja pertama Kesultanan Kubu sekaligus Pendiri dan pembuka lahan perkampungan Kubu yang sekarang dikenal dengan Kecamatan Kubu.

Sejarah

Kecamatan Kubu berawal pada sejarah Kerajaan Kubu ketika 45 penjelajah Arab yang berasal dari daerah Hidramaut Yaman di Selatan Jazirah Arab, yang mendapat perintah dari Guru Pengajiannya untuk menyebarkan Syariat Islam di lautan sebelah Timur (Asia). Salah seorang dari 45 pemuda Arab yang telah membuka lahan Perkampungan tersebut ialah seorang yang bernama Syarif Idrus AL-Idrus.

Baca Juga: Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Santri, PLN Serahkan Bantuan Sarana Pendidikan

Sayyidis Syarif Idrus bin Abdurahman Al-Idrus, lahir pada malam Kamis 17 Ramadhan 1144 H( 1732 M ) dikampung AL-Raidah terim ( Hadramaut ). Dia meninggalkan kampung halamannya dalam rangka Syiar agama Islam. Banyak negeri dan tempat yang dilalui dan disinggahi termasuk dikepulauan Nusantara hingga diriwayatkan akhirnya ia tiba menyusuri sepanjang sungai terentang ( dimuara pulau Bengah ), didaerah itulah dia berhasrat untuk menetap dan membuka perkampungan untuk itu permohonannya mendapat restu dari Sultan Ratu, Raja di Simpang ( Matan Kalimantan Bara ). Di situlah tahun 118 H (1768 M) Dia dan beberapa orang anak buahnya yang berasal dari Hadramaut dan di Bantu oleh suku-suku Bugis dan Melayu membuka sebuah perkampungan yang sekarang telah diakui sebagai Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia.

Dipersimpangan muara pada tiga buah anak sungai dibuatlah benteng-benteng guna menghalau serangan dari perompak laut (Lanun) yang pada masa itu masih merajalela. Perkampungan yang dibuka kemudian berkembang menjadi negeri yang kemudian diberi nama Kubu (Kecamatan Kubu). Di Kubu ini dia dinobatkan menjadi Raja Pertama pada tahun 1775 M dan bergelar Tuan Besar Raja Kubu, yang mana kelak bekas Istana tersebut didirikan Masjid Raya sekarang.

Baca Juga: Lasarus Sumbang Rp80 Juta untuk Pekan Gawai Dayak XXXVII

Tidak lama setelah didirikan, permukiman baru yang dibangun Syarif Idrus didatangi banyak orang dan kemudian terjadi saling interaksi lintas Etnis dan budaya di sana. Setiap hari, orang-orang dari Suku Dayak yang berlalu-lalang di Sungai Kapuas Kecil, menyempatkan diri untuk mengunjungi kampung baru yang didirikan Syarif Idrus itu. Orang-orang Suku Dayak itu tertarik dengan segala hal baru yang mereka temukan di tempat tersebut, terutama kepemimpinan Syarif Idrus. Bahkan, mereka menawarkan diri untuk diizinkan bergabung di bawah kepemimpinan Syarif Idrus. Maka kemudian permukiman itu semakin lama semakin besar dan perlahan-lahan berubah menjadi sebuah bandar perdagangan yang sangat ramai. Pada tahun 1772 M, seluruh rakyat bersepakat mengangkat Syarif Idrus menjadi pemimpin mereka. Di bawah pimpinan Syarif Idrus, banyak kemajuan yang diperoleh, terutama dalam bidang pertahanan, ekonomi, dan perdagangan.

Kemakmuran permukiman yang didirikan oleh Syarif Idrus di tepi Sungai Kapuas Kecil ternyata memancing niat buruk gerombolan perompak (lanun) untuk menjarahnya. Beberapa kali perkampungan Syarif Idrus menjadi korban keganasan para bajak laut sehingga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Syarif Idrus kemudian memutuskan kebijakan untuk memindahkan pusat pemerintahannya ke daerah di pinggir anak Sungai Kapuas Besar (dikenal juga dengan nama Sungai Terentang ) dan membuat sistem pertahanan yang lebih kuat sebagai langkah untuk mengantisipasi serangan dari luar. Kubu pertahanan dibuat dengan cara menimbun sungai agar tidak dapat dicapai oleh musuh.

Baca Juga: Polda Kalbar Gagalkan Pengiriman Calon PMI ke Malaysia

Halaman:

Editor: Ryan Restu Putra

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 tempat wisata menarik di Sanggau

Minggu, 14 Mei 2023 | 08:14 WIB